Photobucket

Viola Combination Maxi Dress R2049


Kode Barang R 2049
Harga Rp 110,000
Keterangan Bahan kombinasi
Stok Barang Terbatas
Gambar Tambahan -

Semua harga yang tertera merupakan harga eceran. Bila Anda berminat untuk memberi grosiran atau borongan, silahkan hubungi kami di kontak yang tersedia.


Baju muslim murah, batik murah, batik couple murah, fashion murah, grosir baju muslim, grosir busana lebaran 2014, borong baju murah, borong baju kurung, borong batik sepasang

Kode Barang R 2049
Harga Rp 110,000
Keterangan Bahan kombinasi
Stok Barang Terbatas
Gambar Tambahan -

Semua harga yang tertera merupakan harga eceran. Bila Anda berminat untuk memberi grosiran atau borongan, silahkan hubungi kami di kontak yang tersedia.


Baju muslim murah, batik murah, batik couple murah, fashion murah, grosir baju muslim, grosir busana lebaran 2014, borong baju murah, borong baju kurung, borong batik sepasang

Rok Batik Murah Meriah





Kode Barang RK 001 -004
Harga Rp 70,000
Keterangan Bahan katun lembut
Stok Barang Tersedia
Gambar Tambahan






Kode Barang RK 001 -004
Harga Rp 70,000
Keterangan Bahan katun lembut
Stok Barang Tersedia
Gambar Tambahan


Batik Couple Corak Bunga

Kode Barang CP 001
Harga Rp 110,000
Keterangan -
Stok Barang Tersedia
Gambar Tambahan -
Kode Barang CP 001
Harga Rp 110,000
Keterangan -
Stok Barang Tersedia
Gambar Tambahan -

Batik Couple Blues Murah



Kode Barang CP 001
Harga Rp 110,000
Keterangan Bahan Katun
Stok Barang Tersedia
Gambar Tambahan -


Kode Barang CP 001
Harga Rp 110,000
Keterangan Bahan Katun
Stok Barang Tersedia
Gambar Tambahan -

Kemeja Batik Murah Meriah

Kode Barang HM 001 - HM 002
Harga Rp 48,000
Keterangan Batik Bahan 
Stok Barang Tersedia
Gambar Tambahan
Kode Barang HM 001 - HM 002
Harga Rp 48,000
Keterangan Batik Bahan 
Stok Barang Tersedia
Gambar Tambahan

Maxi Dress Plus Pasmina

Kode Barang B 1324 
Harga Rp 97.500
Keterangan Bahan: Spandek Sutera
Panjang: 124 cm
Lingkaran Dada: 128-142 cm
Stok Barang Terbatas
Gambar Tambahan -
Kode Barang B 1324 
Harga Rp 97.500
Keterangan Bahan: Spandek Sutera
Panjang: 124 cm
Lingkaran Dada: 128-142 cm
Stok Barang Terbatas
Gambar Tambahan -

Pusat Belanja Batik Couple Murah


Sejak ditetap oleh UNESCO sebagai warisan dunia dari Indonesia, Batik semakin mendapatkan minat dari berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri. Hal itu terbukti dengan tingginya permintaan batik dengan bergaman jenis motif, model, bahkan juga batik pasangan atau yang dikenal juga batik couple. Kami memang menyediakan baragam pakaian batik murah dan juga batik couple modern.

Ada banyak jenis batik couple seiring dengan banyaknya jenis pakaian, mulai dari batik couple gamis, batik couple dress, batik couple blous. Semua tipe itu juga tersedia di web kami. Anda bisa melakukan pembelian eceran atau sistem pasar borong alias grosiran. Semua produk yang tersedia di sini dipasok supplier rumah produksi sehingga harganya sangat terjangkau selaki.

Sebenarnya, di sini tidak hanya batik couple murah saja, tetapi juga tersedia jenis pakaian batik lainnya yang bisa Anda lihat langsung pada daftar produk di menu web ini. Ada pakaian dengan motif batik sebagai pemanis dari desain pakaian, ada juga motif batik untuk seutuhkan. Yang jelas, desain dari batik yang tersedia di sini sangat disesuaikan dengan perkembangan zaman dan tentu pas untuk Anda. Silahkan saja buka atau klik menu-menu web ini dan pilihlah produk pakaian murah kami yang ada minati.

Sebelum Anda memilih salah satu produk kami, tentu Anda boleh membanding-bandingkan terlebih dahulu dengan toko online sebelah. Tetapi perlu diingat juga, stok barang selalu cepat terjual karena tingginya peminat. Bahkan, kami termasuk web grosir-- atau disebut juga pasar borong batik murah-- yang cukup jadi rujukan di negara tetangga. Selamat berbelanja. [admin]


Sejak ditetap oleh UNESCO sebagai warisan dunia dari Indonesia, Batik semakin mendapatkan minat dari berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri. Hal itu terbukti dengan tingginya permintaan batik dengan bergaman jenis motif, model, bahkan juga batik pasangan atau yang dikenal juga batik couple. Kami memang menyediakan baragam pakaian batik murah dan juga batik couple modern.

Ada banyak jenis batik couple seiring dengan banyaknya jenis pakaian, mulai dari batik couple gamis, batik couple dress, batik couple blous. Semua tipe itu juga tersedia di web kami. Anda bisa melakukan pembelian eceran atau sistem pasar borong alias grosiran. Semua produk yang tersedia di sini dipasok supplier rumah produksi sehingga harganya sangat terjangkau selaki.

Sebenarnya, di sini tidak hanya batik couple murah saja, tetapi juga tersedia jenis pakaian batik lainnya yang bisa Anda lihat langsung pada daftar produk di menu web ini. Ada pakaian dengan motif batik sebagai pemanis dari desain pakaian, ada juga motif batik untuk seutuhkan. Yang jelas, desain dari batik yang tersedia di sini sangat disesuaikan dengan perkembangan zaman dan tentu pas untuk Anda. Silahkan saja buka atau klik menu-menu web ini dan pilihlah produk pakaian murah kami yang ada minati.

Sebelum Anda memilih salah satu produk kami, tentu Anda boleh membanding-bandingkan terlebih dahulu dengan toko online sebelah. Tetapi perlu diingat juga, stok barang selalu cepat terjual karena tingginya peminat. Bahkan, kami termasuk web grosir-- atau disebut juga pasar borong batik murah-- yang cukup jadi rujukan di negara tetangga. Selamat berbelanja. [admin]

Pusat Belanja Baju Murah



Saat ini sudah banyak sekali website jual beli online yang menawarkan beraneka ragam barang maupun jasa. Tidak ketinggalan juga untuk produk pakaian, yang mulai membentang dari web profesional, blog, hingga jejaring social media. Kehadiran web ini juga bagian dari memaskan barang, yaitu berupa pakaian dengan harga murah nan terjangkau. Tentu kami juga memperhatikan kualitas demi kepuasaan pembeli.

Web ini menyediakan beragam busana untuk remaja dan dewasa khususnya untuk baju muslim/muslimah. Berbagai model baju terbaru dari karya-karya terkini tersedia di sini. Pilihan jenis kain juga bisa menjadi alternatif bagi Anda yang mungkin telah jatuh hati pada jenis kain tertentu.

Yang perlu Anda ketahui, kami menyediakan pakaian murah karena barang milik kami berasal dari supplier merek ternama. Anda bisa melihat produk-produk tersebut dari postingan kami. Sebab itu, jangan ragu untuk berbelanja di web ini karena baju harga murah yang kami tawarkan bukan baju cacat produksi. Opsi pembelian bisa dilakukan dengan pembelian satuan ataupun dalam partai besar alias grosiran.

Anda juga bisa membandingkan dengan beragam toko online yang banyak beredar di dunia maya ini sebelum memutuskan berbelanja di tempat kami. Selamat berbelanja. [admin]


Saat ini sudah banyak sekali website jual beli online yang menawarkan beraneka ragam barang maupun jasa. Tidak ketinggalan juga untuk produk pakaian, yang mulai membentang dari web profesional, blog, hingga jejaring social media. Kehadiran web ini juga bagian dari memaskan barang, yaitu berupa pakaian dengan harga murah nan terjangkau. Tentu kami juga memperhatikan kualitas demi kepuasaan pembeli.

Web ini menyediakan beragam busana untuk remaja dan dewasa khususnya untuk baju muslim/muslimah. Berbagai model baju terbaru dari karya-karya terkini tersedia di sini. Pilihan jenis kain juga bisa menjadi alternatif bagi Anda yang mungkin telah jatuh hati pada jenis kain tertentu.

Yang perlu Anda ketahui, kami menyediakan pakaian murah karena barang milik kami berasal dari supplier merek ternama. Anda bisa melihat produk-produk tersebut dari postingan kami. Sebab itu, jangan ragu untuk berbelanja di web ini karena baju harga murah yang kami tawarkan bukan baju cacat produksi. Opsi pembelian bisa dilakukan dengan pembelian satuan ataupun dalam partai besar alias grosiran.

Anda juga bisa membandingkan dengan beragam toko online yang banyak beredar di dunia maya ini sebelum memutuskan berbelanja di tempat kami. Selamat berbelanja. [admin]

Cerita Batik di Hari Batik Nasional

 
Batik telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia tak bendawi (intangible) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, dan Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat pun menyambut dengan gegap gempita. Begitulah euforianya sehingga-hingganya muncul beraneka ragam corak batik. Meski terkesan dipaksakan – kita bisa menemui Batik Bakaran (Pati) dengan ciri khas warna super ngejreng; Batik Salatiga, dengan motif watu rumpuk – tiga batu ditumpuk-tumpuk secara berulang; Batik Kudus – yang memaksakan gambar bungkus-bungkus rokok untuk mencirikan sebagai kota kretek; dan yang kontemporer ada batik barcelona, batik chelsea, batik madrid, batik arsenal. Pendek kata, corak batik menjadi “lumaga” (lu mau apa, gua ada … he he J).


Bila bicara batik paten berdasar asal, secara klasik orang mengenal Batik Solo yang dominan warna sogan, Batik Pekalongan buketan dengan pengaruh budaya Eropa, Batik Lasem dengan burung hong-nya. Ada pula Batik Cirebon, Batik Madura, dan lain-lain. Dan bila menengok coraknya, para penggemar batik mengenal ada Batik Kraton, Batik Sudagaran, Batik Sidomukti, Batik Cuwiri, Batik Kawung, dlsb. Itulah kekayaan budaya kita.
Pengakuan batik sebagai budaya Indonesia sangat melegakan, terlebih kita orang Indonesia belakangan merasakan “agresivitas” ngeri jiran yang suka meng-klaim pernak-pernik budaya kita, semisal “Lagu Rasa Sayange”, “Kesenian Reog”, “Masakan Rendang”, dll. Dan mereka (dalam hal ini Malaysia) menangguk untung besar dengan menempelkan berbagai asesoris budaya Indonesia dalam paket pariwisata mereka.
Saya ingin sedikit cerita tentang batik di Malaysia dan Thailand. Satu tahun sebelum ditetapkannya batik sebagai budaya Indonesia oleh UNESCO, saya sempat jalan-jalan ke Kuala Lumpur, dan singgah di galeri batik. Teman karib saya (Malaysian) cukup berbusa-busa menjelaskan galeri batik ini, dan teman-teman lain dari Asia Selatan (India, Pakistan, Nepal) begitu antusias; karena mereka bilang “kalau belum beli batik, belum ke Malaysia”. Lho !!!!!! Mana Bisa !!!!!!! Saya protes!
Kawan karib saya tadi senyum-senyum cengengesan pada saya karena dia tahu betul “psikologis orang Indonesia yang teraniaya” dalam perang urat syaraf soal klaim-mengklaim budaya dengan Malaysia.  Teman-teman dari negara lain kalap memborong baju, kain, sarung batik. Dan saya tidak tertarik. Batinku, ora sudi!  “Ayo Beli!” kata teman saya sambil meledek.
Dan setelah orang-orang berbelanja, lalu dibawalah untuk melihat proses membatik.
Alamaaak !!!! Kayak gitu to?
Ternyata cara membatik mereka, mereka membentang selembar kain secara mendatar lantas dibatik (digambar) dengan motif yang besar-besar dengan canting tanpa kerumitan. Pembatiknya juga laki-laki macho. Dan mereka bisa memproduksi kodian. Sangat berbeda dengan cara membatik di sini yang digarap oleh mbok-mbok (tapi belakangan saya lihat gadis-gadis cantik di Kampung Batik Laweyan) dengan rasa cinta dan ketekunan. Dan untuk mendapatkan sehelai kain batik (tulis), perlu waktu yang lama, mungkin sekitar satu bulan. Tapi itulah pinternya mereka. Sejarahnya galerry di KL ini mendatangkan beberapa pembatik dari Solo dan mereka diminta untuk mengajari cara-cara membatik, dan setelah orang-orang mereka cukup bisa “membatik”, para pembatik dari Solo ini dibayar sesuai perjanjian dan pulang. Tetapi mereka pinter menjual. Begitulah ceritanya.
Dua tahun kemudian saya sempat ke Bangkok, dan sudah menjadi wajib hukumnya sang istri nitip untuk dibelikan kain khas di mana saya pergi (tapi sayangnya nggak pernah ngasih uangnya, padahal dia juga punya gaji sendiri …. J). Dalam hal menjalankan misi tersebut, tempat yang saya tuju jelas, yakni weekend market, yang di sana disebut Thalad Jatujak (Pasar Jatujak). Thalad Jatujak relatif mudah dijangkau dari pusat kota Bangkok, tapi saya coba asyiknya naik boat (perahu wisata) ke arah hulu Sungai Chao Praya. Jatujak sangat ramai dan menarik – dan yang penting tetap memberikan rasa aman. Semacam rasa yang tidak was was karena khawatir banyak copet seperti di Tanah Abang; atau akan dikibuli penjual. Mereka umumnya ramah dan baik hati. Nah, tibalah di kios kain tradisional, lalu dipilih … dipilih … dipilih … Dan mata saya tertuju pada kain semacam batik berbahan katun dengan motif khas Thailand dengan gambar melati dan mahkota. Cukup bagus ….  Dan karena istri termasuk penggila batik, saya ingin membelikan yang terbaik. Si ibu penjual menyodorkankan kain tersebut, dan betapa kaget bukan kepalang, karena di kain itu berstiker “Solo – Indonesia”. Nah, loooo !!!! Dan dengan kemampuan menawar yang terbatas: pheng maak …. lod noi, mai dai? Phom khon Solo, Indonesia, mai mi ngurn ……! Dan “kain batik” tersebut tetap saya beli.
Itulah pasar global! Dan ASEAN di tahun 2015 akan memasuki era pasar bebas (AFTA). Dan hal tersebut adalah keniscayaan, karena sesungguhnya peristiwanya telah terjadi. Dalam kasus batik Thailand tersebut, mereka mengirim desain ke Solo dan produksi dilakukan di Solo; sementara jualnya di Thailand. Hal yang sama juga terjadi pada Batik Kalimantan. Kalau sempat ke Balikpapan, cobalah blusukan di Pasar Kebun Sayur, tanya pada pedagang kain batik motif Dayak maupun motif Samarinda; “Di mana produksi Batik Kalimantan yang dijual”, mereka akan menjawab “dari Solo”. Solo di sini artinya bisa Sukoharjo, Sragen, atau Wonogiri. But, it’s okay … cara ini lebih fair dibanding dengan cerita batik malesia.
Batik telah mengalami revolusi dari yang pada jaman dahulu hanya untuk kalangan kraton menjadi milik masyarakat luas; dari yang dulu berkonotasi untuk jagongan, sekarang bisa untuk kerja sehari-hari dan juga casual; dari yang dulu diarani koyo wong tuwo kalau ada anak muda pakai batik, sekarang anak-anak muda pun tampil trendi dengan batik. Makna batik juga mengalami pergeseran. Desainer Iwan Tirta mengatakan yang kita pakai ini kebanyakan sebetulnya bukan kain batik, tetapi kain bermotif batik. Batik adalah sebuah proses yang melibatkan kain mori (bisa juga sutra atau lainnya), canting, gawangan, panci dan kompor kecil, malam (lilin), serta larutan pewarna. Prosesnya dimulai dari membuat desain batik, atau disebut “molani” dan selanjutnya (bila ingin tahu lebih lanjut – mari kita tanya mbah Gugel). Karena proses yang rumit dan lama, maka kain batik ini harganya mahal. Lha… kita ini kan sensitif harga!!! Ya to?? Jadi kita pakai yang kw kw aja (bukan kain batik asli tapi kain bermotif batik, hasil cap-capan dan printing).  Yaah … tak apalah! Bolehlah kalau ada rejeki lebih punya koleksi batik tulis asli…!
Batik sudah cukup mendunia, tapi tahukah kita siapa marketer (pemasar) batik di level tertinggi tingkat dunia? Dia adalah Nelson Mandela! Dalam berbagai kesempatan resmi di acara internasional, beliau sangat sering mengenakan kemeja batik, dan beliau tampak sangat anggun. Koleksi batiknya pun ratusan biji. Ketika ditanya mengapa beliau suka berbaju batik, konon katanya karena kekaguman dan rasa hormatnya pada Soekarno serta kecintaan beliau pada negeri kita, Indonesia !!!! (Tulisan Mulyono Sardjono di kompasiana)
 
Batik telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia tak bendawi (intangible) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, dan Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat pun menyambut dengan gegap gempita. Begitulah euforianya sehingga-hingganya muncul beraneka ragam corak batik. Meski terkesan dipaksakan – kita bisa menemui Batik Bakaran (Pati) dengan ciri khas warna super ngejreng; Batik Salatiga, dengan motif watu rumpuk – tiga batu ditumpuk-tumpuk secara berulang; Batik Kudus – yang memaksakan gambar bungkus-bungkus rokok untuk mencirikan sebagai kota kretek; dan yang kontemporer ada batik barcelona, batik chelsea, batik madrid, batik arsenal. Pendek kata, corak batik menjadi “lumaga” (lu mau apa, gua ada … he he J).


Bila bicara batik paten berdasar asal, secara klasik orang mengenal Batik Solo yang dominan warna sogan, Batik Pekalongan buketan dengan pengaruh budaya Eropa, Batik Lasem dengan burung hong-nya. Ada pula Batik Cirebon, Batik Madura, dan lain-lain. Dan bila menengok coraknya, para penggemar batik mengenal ada Batik Kraton, Batik Sudagaran, Batik Sidomukti, Batik Cuwiri, Batik Kawung, dlsb. Itulah kekayaan budaya kita.
Pengakuan batik sebagai budaya Indonesia sangat melegakan, terlebih kita orang Indonesia belakangan merasakan “agresivitas” ngeri jiran yang suka meng-klaim pernak-pernik budaya kita, semisal “Lagu Rasa Sayange”, “Kesenian Reog”, “Masakan Rendang”, dll. Dan mereka (dalam hal ini Malaysia) menangguk untung besar dengan menempelkan berbagai asesoris budaya Indonesia dalam paket pariwisata mereka.
Saya ingin sedikit cerita tentang batik di Malaysia dan Thailand. Satu tahun sebelum ditetapkannya batik sebagai budaya Indonesia oleh UNESCO, saya sempat jalan-jalan ke Kuala Lumpur, dan singgah di galeri batik. Teman karib saya (Malaysian) cukup berbusa-busa menjelaskan galeri batik ini, dan teman-teman lain dari Asia Selatan (India, Pakistan, Nepal) begitu antusias; karena mereka bilang “kalau belum beli batik, belum ke Malaysia”. Lho !!!!!! Mana Bisa !!!!!!! Saya protes!
Kawan karib saya tadi senyum-senyum cengengesan pada saya karena dia tahu betul “psikologis orang Indonesia yang teraniaya” dalam perang urat syaraf soal klaim-mengklaim budaya dengan Malaysia.  Teman-teman dari negara lain kalap memborong baju, kain, sarung batik. Dan saya tidak tertarik. Batinku, ora sudi!  “Ayo Beli!” kata teman saya sambil meledek.
Dan setelah orang-orang berbelanja, lalu dibawalah untuk melihat proses membatik.
Alamaaak !!!! Kayak gitu to?
Ternyata cara membatik mereka, mereka membentang selembar kain secara mendatar lantas dibatik (digambar) dengan motif yang besar-besar dengan canting tanpa kerumitan. Pembatiknya juga laki-laki macho. Dan mereka bisa memproduksi kodian. Sangat berbeda dengan cara membatik di sini yang digarap oleh mbok-mbok (tapi belakangan saya lihat gadis-gadis cantik di Kampung Batik Laweyan) dengan rasa cinta dan ketekunan. Dan untuk mendapatkan sehelai kain batik (tulis), perlu waktu yang lama, mungkin sekitar satu bulan. Tapi itulah pinternya mereka. Sejarahnya galerry di KL ini mendatangkan beberapa pembatik dari Solo dan mereka diminta untuk mengajari cara-cara membatik, dan setelah orang-orang mereka cukup bisa “membatik”, para pembatik dari Solo ini dibayar sesuai perjanjian dan pulang. Tetapi mereka pinter menjual. Begitulah ceritanya.
Dua tahun kemudian saya sempat ke Bangkok, dan sudah menjadi wajib hukumnya sang istri nitip untuk dibelikan kain khas di mana saya pergi (tapi sayangnya nggak pernah ngasih uangnya, padahal dia juga punya gaji sendiri …. J). Dalam hal menjalankan misi tersebut, tempat yang saya tuju jelas, yakni weekend market, yang di sana disebut Thalad Jatujak (Pasar Jatujak). Thalad Jatujak relatif mudah dijangkau dari pusat kota Bangkok, tapi saya coba asyiknya naik boat (perahu wisata) ke arah hulu Sungai Chao Praya. Jatujak sangat ramai dan menarik – dan yang penting tetap memberikan rasa aman. Semacam rasa yang tidak was was karena khawatir banyak copet seperti di Tanah Abang; atau akan dikibuli penjual. Mereka umumnya ramah dan baik hati. Nah, tibalah di kios kain tradisional, lalu dipilih … dipilih … dipilih … Dan mata saya tertuju pada kain semacam batik berbahan katun dengan motif khas Thailand dengan gambar melati dan mahkota. Cukup bagus ….  Dan karena istri termasuk penggila batik, saya ingin membelikan yang terbaik. Si ibu penjual menyodorkankan kain tersebut, dan betapa kaget bukan kepalang, karena di kain itu berstiker “Solo – Indonesia”. Nah, loooo !!!! Dan dengan kemampuan menawar yang terbatas: pheng maak …. lod noi, mai dai? Phom khon Solo, Indonesia, mai mi ngurn ……! Dan “kain batik” tersebut tetap saya beli.
Itulah pasar global! Dan ASEAN di tahun 2015 akan memasuki era pasar bebas (AFTA). Dan hal tersebut adalah keniscayaan, karena sesungguhnya peristiwanya telah terjadi. Dalam kasus batik Thailand tersebut, mereka mengirim desain ke Solo dan produksi dilakukan di Solo; sementara jualnya di Thailand. Hal yang sama juga terjadi pada Batik Kalimantan. Kalau sempat ke Balikpapan, cobalah blusukan di Pasar Kebun Sayur, tanya pada pedagang kain batik motif Dayak maupun motif Samarinda; “Di mana produksi Batik Kalimantan yang dijual”, mereka akan menjawab “dari Solo”. Solo di sini artinya bisa Sukoharjo, Sragen, atau Wonogiri. But, it’s okay … cara ini lebih fair dibanding dengan cerita batik malesia.
Batik telah mengalami revolusi dari yang pada jaman dahulu hanya untuk kalangan kraton menjadi milik masyarakat luas; dari yang dulu berkonotasi untuk jagongan, sekarang bisa untuk kerja sehari-hari dan juga casual; dari yang dulu diarani koyo wong tuwo kalau ada anak muda pakai batik, sekarang anak-anak muda pun tampil trendi dengan batik. Makna batik juga mengalami pergeseran. Desainer Iwan Tirta mengatakan yang kita pakai ini kebanyakan sebetulnya bukan kain batik, tetapi kain bermotif batik. Batik adalah sebuah proses yang melibatkan kain mori (bisa juga sutra atau lainnya), canting, gawangan, panci dan kompor kecil, malam (lilin), serta larutan pewarna. Prosesnya dimulai dari membuat desain batik, atau disebut “molani” dan selanjutnya (bila ingin tahu lebih lanjut – mari kita tanya mbah Gugel). Karena proses yang rumit dan lama, maka kain batik ini harganya mahal. Lha… kita ini kan sensitif harga!!! Ya to?? Jadi kita pakai yang kw kw aja (bukan kain batik asli tapi kain bermotif batik, hasil cap-capan dan printing).  Yaah … tak apalah! Bolehlah kalau ada rejeki lebih punya koleksi batik tulis asli…!
Batik sudah cukup mendunia, tapi tahukah kita siapa marketer (pemasar) batik di level tertinggi tingkat dunia? Dia adalah Nelson Mandela! Dalam berbagai kesempatan resmi di acara internasional, beliau sangat sering mengenakan kemeja batik, dan beliau tampak sangat anggun. Koleksi batiknya pun ratusan biji. Ketika ditanya mengapa beliau suka berbaju batik, konon katanya karena kekaguman dan rasa hormatnya pada Soekarno serta kecintaan beliau pada negeri kita, Indonesia !!!! (Tulisan Mulyono Sardjono di kompasiana)

Ini Tentang Batik Indonesia



Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal.


Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing.

Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.

Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. (wikipedia)


Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal.


Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing.

Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.

Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. (wikipedia)

GUCCI 14108 Bonus 4 dompet


GUCCI 14108 set 4 dompet
kwalitas super
ukuran 34X16X32 cm
GOLD-COFFEE 
Harga @Rp. 325rb

GUCCI 14108 set 4 dompet
kwalitas super
ukuran 34X16X32 cm
GOLD-COFFEE 
Harga @Rp. 325rb

Machael Kors (MK) 7618







Machael Kors,  7618
kwalitas super
ukuran  35X15X25cm
Harga @Rp. 295rb






Machael Kors,  7618
kwalitas super
ukuran  35X15X25cm
Harga @Rp. 295rb
 
Copyright©2014 Pasar Borong Online Busana | Blogger Templates | Powered by Blogger.com
Template modified by: Tukang Toko Online